Pesantren Sebagai Wadah Pendidikan Terbaik untuk Anak di Era Modern

Pesantren Sebagai Wadah Pendidikan Terbaik untuk Anak di Era Modern

Oleh : Adnin kiya

Pesantren dapat menjadi salah satu jalan alternatif bagi orang tua untuk pendidikan anaknya. Di dalam pesantren terdapat banyak sekali kegiatan positif untuk mengisi waktu luang maupun menjadi rutinitas harian selama di pondok. Adapun contohnya seperti ro'an, tadarus, ngaji kitab kuning, muhadharah, dan lain sebagainya. Hal ini dapat membuat santri tidak akan merasa bosan sekalipun tidak boleh keluar dari lingkungan pondok. Yang bisa kita jadikan opsional tambahan adalah transformasi pesantren kini sudah banyak yang terintegrasi dengan sistem pendidikan formal sesuai unit satuan pendidikannya. Ada yang terintegrasi dengan satuan pendidikan madrasah Tsanawiyah, Aliyah bahkan keduanya.

Pesantren Tidak Kalah dengan Sekolah Umum

Di zaman sekarang ini, pondok pesantren juga tidak kalah hebatnya dengan sekolah-sekolah di luar sana. Banyak sekali prestasi yang diperoleh siswa dari pondok pesantren dalam skala nasional. Contohnya seperti santri yang meraih gelar juara akademik tingkat nasional, santri yang menjuarai lomba Tartil Qur'an tingkat internasional, santri yang mampu meraih beasiswa prestasi untuk melanjutkan studi ke luar negeri dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ini membuktikan bahwa santri juga bisa berprestasi di bidang akademik umum, bukan hanya ilmu agama saja. Dukungan fasilitas, jejaring relasi pesantren, dan motivasi besar santri yang terbentuk dari keseharian mereka di pondok adalah faktor utama dari pencapaian-pencapaian besar mereka..

Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia

Dari dulu pondok pesantren sudah menyebar luas di berbagai wilayah. Hal ini tidak lepas dari perjuangan para Kyai agar masyarakat dapat mempelajari ilmu agama dan ilmu dunia dengan seimbang. Adapun beberapa tokoh agama yang berkontribusi dalam membangun pondok pesantren pada Era Wali Songo seperti Syekh Maulana Malik Ibrahim, Raden Rahmat (Sunan Ampel), dan Raden Paku (Sunan Giri). Mereka merupakan tokoh ulama yang menjadi pencetus awal terciptanya pondok pesantren di Nusantara. Hingga hari ini, tokoh-tokoh besar dari kalangan pesantren tetap eksis menyebarluaskan serta mengupayakan kemajuan dari sistem pesantren mengikuti perkembangan zaman ini.

Keunggulan Pesantren: Ilmu, Prestasi, dan Adab

Banyak sekali keunggulan dalam pondok pesantren itu sendiri. Selain dapat meningkatkan bakat akademik seorang santri, di dalam pondok pesantren seorang santri bisa mendapatkan pengajaran ilmu umum serta ilmu agamabdengan seimbang.


Adapun nilai plus yang paling utama dari pondok pesantren yaitu Adab. Seorang yang menuntut ilmu di dalam pondok pesantren pasti akan diajarkan tentang apa itu adab, baik adab kepada guru, kakak kelas, teman sebaya, ataupun kepada adik kelas. Seperti yang kita tahu bersama bahwa adab sering disebut lebih tinggi dari pada ilmu. Jelas karena adab merupakan pondasi kuat seseorang untuk mencapai taraf menjadi manusia yang berkualitas. 

Menuntut ilmu sangat dianjurkan sejak anak masih kecil, agar ia tidak terlalu ketinggalan saat besar nanti. Sesuai dengan nilai dan prinsip sosial maupun agama, tuntutan menuntut ilmu adalah sebuah keharusan agar kita bisa menjadi manusia yang berakal. Seperti yang termaktub dalam QS. At-Taubah ayat 122: tentang Anjuran agar sebagian golongan dari umat Islam mendalami ilmu agama (tafaqquh fiddin) agar bisa memberi peringatan kepada kaumnya.

Rasulullah juga banyak memberikan sabdanya terkait posisi pendidikan khususnya mengenai pentingnya menuntut ilmu agama. Sebagai umat manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sosial dan juga Agama, bukankah kita wajib menyepakati bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam perkembangan manusia.

Memilih ruang Pendidikan berbasis pesantren terkadang tentu membutuhkan banyak sekali pertimbangan. Kekhawatiran tentang seperti apa nantinya jika seorang anak tidak bersanding dengan orang tua biologisnya dalam kurun waktu yang relatif lama, apakah pergaulan anak-anak bisa dijamin oleh pihak pesantren, potensi anak apa bisa tercover dan lainnya adalah hal yang umum yang sering dijadikan pertimbangan oleh banyak pihak.

Belakangan, pesantren memang selalu dihujani isu miring berkepanjangan. Isu pesantren tidak ramah anak, kyai / gurunya melanggar norma agama dan sosial, Feodalisme, kekerasan dalam bentuk yang bervariatif, semua ditujukan untuk menghentikan laju eksistensi pesantren dalam ranah pendidikan. Apakah semua itu tidak ada sebab maupun faktor X nya? Jelas kita tidak bisa menyimpulkan dengan bahasa yang subjektif. Hanya ada satu cara melihat apakah semua itu benar adanya. Cara itu adalah dengan menganalisa melalui banyak data, mempertimbangkan berbagai aspek vital, dan juga memikirkan dengan hati tanpa rasa kebencian.

Plus minus dari setiap hal memang sudah sewajarnya terjadi. Tidak hanya di pesantren, jika kita mau menyoroti kasus-kasus demikian, di pendidikan formal seperti sekolah umum dan tempat-tempat lain juga kerap dijumpai hal serupa. Jadi apapun itu, kita tetap bisa bijak dalam menelaah fakta yang wajib diketahui oleh diri kita sendiri.

Kesimpulan

Seperti yang dapat kita simpulkan bahwa pondok pesantren merupakan tempat yang aman dan terjamin untuk pendidikan anak. Namun kita perlu teliti dalam mencari tahu tempat tersebut secara menyeluruh, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Pastikan pondok tersebut memiliki izin resmi, pengasuh yang jelas sanad keilmuannya, dan lingkungan yang aman.

Mempertimbangkan berbagai aspek, adalah cara cerdas seseorang menentukan pilihannya. Tapi mengenai pesantren, maka kita harus melihat nilai historisnya secara menyeluruh. Pesantren terbukti memberi dampak positif dan menyumbangkan hasil besar dalam arah positif perkembangan zaman di seluruh wilayah.

Sebagai penguat, pengalaman penulis menjadi santri beberapa tahun terakhir adalah hal yang sangat luar biasa. Tidak ada rasa menyesal dalam menimba ilmu di pesantren. Justru sebaliknya, lewat cerita maupun ungkapan yang kerap disebarluaskan oleh banyak kalangan di sosial media. Kebanyakan dari mereka justru menyayangkan tidak pernah nyantri sehingga pendalaman ilmu agamanya terbatas. 

Pada akhirnya, ilmu agama adalah hal mutlak yang harus dipelajari oleh seorang manusia karena pada waktunya, bekal ilmu agama akan sangat menentukan untuk menjaga nilai keimanan juga kegigihan kita menjalani kehidupan.

Beranda Alinaaroh

Beranda Al-Inaaroh merupakan media yang mengakomodir berbagai bentuk informasi lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Yayasan Abah Lutfi Center.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan

Previous Post Next Post