Pemerintah Kabupaten Batang menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026 di halaman utama Pendopo kantor Bupati Batang. Peringatan Hari Santri Nasional merupakan bentuk seremonial simbolik untuk mengenang jasa para ulama dan santri di masa lalu dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Upacara ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya sejak awal ditetapkannya peringatan hari santri nasional di tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Pada Upacara yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Batang, Pemkab mengundang santri-santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kabupaten Batang untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Sebagian santri-santri dari MA TAKHASSUS AL INAAROH mendapatkan undangan resmi dari Kantor Bupati Batang, sehingga sedikitnya ada dua puluh satu santri putra yang mengikuti upacara peringatan Hari Santri di Pendopo Bupati Batang. Upacara ini dilaksanakan dari pukul 8.00 sampai 08.40.WIB.
Wakil Bupati Batang Bapak Suyono, S.IP., M.Si. membacakan amanat dari Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Bapak Wakil Bupati yang juga merupakan pembina upacara ini menyampaikn "Pesan untuk adek-adek santri tangguh, cerdas dan kreatif karena negeri ini pada masanya nanti, adek-adek nanti memimpin negeri ini harus berpegang teguh pada keimanan yang diajarkan pondok pesantren, yaitu kesederhanaan dan kedisiplinan."
Beliau mengajak para santri yang hadir sebagai peserta upacara untuk memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan bangsa ini dimasa depan. Pasalnya, menurut Bapak Suyono, SDM yang memiliki peluang untuk merubah wajah Indonesia Menuju kemajuan salah satunya adalah para santri yang sudah sangat akrab dengan nilai-nilai keagamaan di keseharian mereka menimba ilmu di Pesantren.
Wakil Bupati juga mengingatkan agar para santri tidak kehilangan identitas mereka dimana semua tahu, bahwa santri adalah insan-insan yang menjaga adab serta tradisi luhur tanpa meninggalkan kewajiban sikap terbuka terhadap kemajuan zaman. "Adek-adek semua harus menjaga bangsa ini dengan kebudayaan. Boleh melihat hp, media sosial, tapi itu bagian dari pengetahuan. Dan budayanya, kita tetap menjaganya dari kebudayaan luhur bangsa kita jangan terlarut pada budaya luar". Sambungnya.
Rangkaian acara upacara seperti pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, pembacaan ikrar santri, amanat dari Menteri Agama, amanat dari Wakil Bupati Batang, menyanyikan lagu Hari santri, pembacaan doa, dan lain-lain berjalan dengan lancar. Acarapun di tutup dengan ramah tamah. Seluruh peserta upacara diberikan kesempatan untuk berfoto bersama sebagai dokumentasi sebelum mereka kembali ke pondok pesantren masing-masing.
Oleh : Deasy Ratna Sari, S.Pd M. Ling
