Yang lebih penting dari banyaknya keistimewaan bulan suci ini tentu bisa kita temukan hikmah yang dapat benar-benar kita rasakan secara real. Kita tidak akan mengulas sesuatu yang lebih umum dibicarakan banyak orang tentang keistimewaan bulan Ramadhan, yang akan kita garis bawahi adalah bahwa bulan Ramadhan ini bisa dijadikan momentum penguat ikatan silaturahmi antar manusia.
Sebagai manusia modern yang aktivitasnya sangat padat dan bahkan terkadang cukup menyita banyak waktu, kebersamaan dengan keluarga sering kali terkesampingkan. Padahal keluarga menjadi entitas penting penentu perkembangan emosi dari setiap individu. Pentingnya peran keluarga dalam menjamin karakter seseorang dimasa depan, sedikit banyaknya perlu kita perhatikan untuk menemukan titik keharmonisan hubungan supaya kedepan bisa lebih baik lagi.
Korelasinya adalah dengan kita menguatkan ikatan kekeluargaan dibulan yang penuh keberkahan ini, sesuatu yang dirasa sulit dan selalu kita pandang dari sisi yang terus membuat pikiran stres, akan lebih ringan dijalani ketika komunikasi, interaksi dan penguatan harmonisasi diciptakan dengan skala yang lebih baik dari setiap momen ibadah puasa ini.
Keluarga dalam filsafat dianggap sebagai unit dasar masyarakat yang memiliki peran penting dalam membentuk individu dan stabilitas sosial. Beberapa filsuf terkenal memiliki pandangan yang berbeda tentang keluarga. Menurut Aristoteles, Keluarga berperan sebagai unit dasar masyarakat yang mengajarkan nilai-nilai moral dan etika. Sedangkan Emile Durkheim berasumsi bahwa Keluarga memiliki peran penting dalam integrasi sosial dan mengajarkan norma-norma sosial.
Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat ikatan keluarga dan meningkatkan keharmonisan. Beberapa cara untuk mencapai hal ini misalnya dengan Berbuka Puasa Bersama Momen berbuka puasa bersama keluarga dapat memperkuat ikatan emosional dan menciptakan suasana hangat dan penuh kasih sayang. Lalu Shalat Tarawih Bersama, Melakukan shalat Tarawih bersama keluarga dapat meningkatkan spiritualitas dan memperkuat ikatan keluarga. Kegiatan Bersama, Melakukan kegiatan bersama seperti memasak, bermain, atau beramal dapat memperkuat ikatan keluarga dan menciptakan kenangan indah dalam suasana yang sampai kapanpun akan menjadi memori baik untuk membangun persepsi hangat sebagai anggota keluarga.
Tidak berhenti disitu, momentum Ramadhan jika kita mau untuk mengeja jengkal demi jengkal hikmah dibaliknya, maka akan kita temukan derasnya kebaikan yang barangkali, sering kita lalaikan karena momentumnya tidak tepat. Sebagai manusia yang pastinya menginginkan sebuah orientasi kehidupan dengan terus menuju Ridha Allah SWT, membaca filosofi dibalik setiap proses kehidupan adalah cara paling bijak untuk mewujudkan impian damai itu menjadi kenyataan
