Ibadah yang tak kalah eksis gencar dilakukan oleh banyak umat muslim baik dalam negeri maupun di seluruh dunia, adalah bersedekah. Bersedekah dalam Islam adalah memberikan harta atau barang atau apapun yang bermanfaat kepada orang lain dengan niat ikhlas untuk mendapatkan ridha Allah dan membantu orang yang membutuhkan. Sedekah dapat berupa uang, makanan, pakaian, atau bahkan senyuman, doa serta ilmu yang bermanfaat dan masih banyak yang lainnya. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, "Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba': 39)
Dalam kajian spesial bulan Ramadhan, Agus. Muhammad Iqro' Nuktah Akbar, S.Ag atau Gus Nuktah (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inaaroh) menyampaikan " amal itu ada ilmunya dan ilmu itu harus diamalkan" dengan kacamata yang lebih detail mengkaji bab bersedekah, tentunya itu cukup membuka cakrawala berpikir kita tentang konsep dan korelasi antara aktivitas bersedekah dan peran ilmu pengetahuan yang selalu terintegrasi dengan sangat baik sebagai komponen kompleks pembangun kesempurnaan ibadah.
Dengan prinsip dasar filosofi bersedekah yang ternyata memiliki banyak manfaat, terciptanya kesadaran-kesadaran kecil seperti timbul rasa syukur baik bagi penerima maupun pemberi, timbulnya harmoni antar sesama manusia dalam melihat kebaikan dalam kehidupan, dan dari sudut pandang religius juga menerangkan banyak sekali manfaat dari aktivitas bersedekah. Membuat kita semakin percaya, bahwa sedekah tidak hanya tentang unsur memberi dan menerima.
"Ketika beramal, kita harus paham ilmunya. Step by stepnya harus kita wujudkan supaya nilai dan manfaat amal kita, bisa kita rasakan" sambung Gus Nuktah Akbar. Maksudnya adalah tentang sebuah kejelian melihat fenomena baik ditengah masyarakat. Karena dalam perkembangan konsep berpikir yang hari ini umum ditemukan, banyak sekali orang-orang yang berasumsi bahwa hal baik selalu membawa motif. Ini menjadi semacam paradoks yang bisa membuat orang malas untuk melakukan kebaikan. Karena berbagai alasan. Takut dikira mempunyai niat terselubung, ada udang di balik batu, atau dalam konteks kekinian sering dilihat sebagai aktivitas pansos belaka.
Konsepnya sangat sederhana, dengan niat ikhlas. Yang penting berbuat baik saja, bersedekah saja dan tidak memikirkan nantinya seperti apa adalah kunci hikmah dari bersedekah dapat dirasakan oleh kita semua.
Perlu kita garis bawahi juga, bahwa kebaikan-kebaikan yang kita lakukan dibulan Ramadhan ini harus benar-benar bisa dijadikan sebagai titik awal dengan orientasi berkelanjutan untuk bersama melangkah menjadi manusia yang hanya berjalan mencari Ridho Allah SWT.
