Tauladani Raden Ajeng Kartini dengan Belajar Bahasa Asing

Tauladani Raden Ajeng Kartini dengan Belajar Bahasa Asing
Hari ini adalah momen kita bangsa Indonesia memperingati hari kelahiran perempuan hebat yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional bernama Raden Ajeng Kartini. Lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Ia merupakan putri keturunan bangsawan. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosoningrat dan ibunya bernama M.A Ngasirah.

Pada umumnya, orang mengenang Raden Ajeng Kartini dengan menauladani sifat keberaniannya dalam hal memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Serta tentang kedudukan perempuan yang sudah semestinya setara dengan laki-laki. Namun, kali ini kita perlu menauladani beliau dari aspek pendidikan semasa kecil yang sudah serius mempelajari bahasa Asing.

Kiranya sudah maklum bahwa menjadi perempuan hebat di era sekarang salah satunya dengan menguasai berbagai bahasa asing. Sebut saja ibu Sri Mulyani yang saat ini menjadi menteri keuangan Republik Indonesia. Ia merupakan sosok yang menguasai bahasa Inggris. Menempa dirinya di kampus luar negeri yang lebih maju. Ada juga mba Nana atau biasa dsebut dengan Najwa Shihab yang menjadi jurnalis andal Indonesia. Semasa SMA, pernah dipilih sebagai salah satu peserta pada program American Field Service selama setahu di Amerika.

Tentunya bahasa global sudah melekat dengan sosok perempuan hebat. Lalu apakah Raden Ajeng Kartini juga pandai bahasa Asing?. Jawabannya adalah iya.

Menjadi putri bangsawan, Raden Ajeng Kartini termasuk beruntung karena dulu pernah menimba ilmu di Europeesche Lagere School (ELS). Ini merupakan sekolah khusus untuk orang Belanda dan orang Jawa yang kaya raya. Di sinilah Raden Ajeng Kartini mempelajari bahasa Belanda hingga mahir.

Berkat kemahirannya, ia bisa membaca dan menulis bahasa Belanda. Bahkan sering dipraktekan dengan cara kirim surat kepada temannya dari Belanda bernama Rosa Abendanon.

Tauladani Raden Ajeng Kartini dengan Belajar Bahasa Asing
Tidak hanya itu, beliau juga gemar membaca buku, surat kabar, dan majalah Eropa. Sehingga menjadikannya sosok yang berwawasan luas.

Ia mengajarkan kepada kita bahwa dengan membaca berbagai buku, surat kabar ataupun majalah bangsa Maju, maka akan menemukan pola pikir negara maju. Dan itu penting bagi bangsa Indonesia yang dulu dalam keadaan masih terjajah dan terbelakang.

Sekarang harusnya bisa menjadi tauladan bagi setiap siswa meski masih level sekolah dasar maupun menengah. Bahwa dengan terbukanya akses pendidikan global, menjadikan kualitas diri harus terus meningkat. Pelajarilah bahasa asing guna menemukan wawasan maju yang bisa diterapkan untuk bangsa Indonesia. Bagi siswa, bisa dengan tantangan untuk mengikuti lomba-lomba internasional. Dengan cara seperti ini, kualitas bahasa setiap orang semakin bagus dan kelak bisa terjun menjadi sosok perempuan hebat seperti Raden Ajeng Kartini.

Siswa yang juga berperan sebagai santri pun demikian. Banyak sekali kesempatan untuk mempelajari bahasa asing, terutama bahasa Arab dan Inggris. Santri memiliki potensi besar dengan waktu yang mereka miliki. Ketika mereka mukim di pondok pesantren, mereka lebih fokus untuk belajar. Berbeda dengan siswa yang tinggal di rumah. Hal ini karena berbagai hambatan atau gangguan konsentrasi seperti adanya smartphone, televisi dan lainnya bisa menguras konsentrasi setiap anak.

Praktik Bahasa Asing di MTs dan MA Takhassus Al-Inaaroh

Dengan penuh perhatian, bahasa yang masif digunakan oleh dunia internasional juga diperhatikan betul di MTs maupun MA Takhassus A-Inaaroh. Dua bahasa yang paling bergengsi yakni Inggris dan Arab. Bahasa Arab sudah menjadi makanan pokok para siswa dan satri Al-Inaaroh. dengan mengkaji kitab kuning dari pagi hari hingga malam. Adapun bahasa inggris, menjadi materi penting ketika mereka di madrasah.

Beberapa kali penggunaan bahasa asing diterapkan pada acara-acara penting madrasah maupu pesantren. Bahkan beberapa kali untuk tampil pada ajang lomba bergensi tingkat kabupaten, provinsi, nasional maupun internasional.

Beberapa isi konten creator siswa juga dengan menggunakan bahasa asing yang kemudian diposting pada media sosial madrasah. Ini akan terus ditingkatkan pada program pembiasaan yang ada di madrasah. Seharusnya, mereka bisa handal bahasa asing jika bisa konsisten belajar dan praktik. Padahal hanya belajar di Inaaroh saja. Hal ini karena dukungan besar dari lembaga maupun yayasan.  

Terakhir, kita perlu berupaya untuk menjadi pendamping anak-anak yang baik. Menjadi jembatan yang mampu menyebrangkan anak dari gelap bahasa menjadi terang benderang dengan wawasan yang luas.

Inilah yang bisa kita tauladani dari sosok Raden Ajeng Kartini. Menjadi perempuan hebat dengan wawasan luas serta penguasaan bahasa global yang baik. Jadi, mari kita pelajari bahasa asing sedini mungkin sebagai ajang untuk memperkuat wawasan, memperlebar jaringan, dan memudahkan membangun negeri.

Selamat hari kartini.


Redaktur : 

Ehsan hidayat, M.H (Kepala Madrasah Tsanawiyah Takhassus Al-Inaaroh Batang)

Beranda Alinaaroh

Beranda Al-Inaaroh merupakan media yang mengakomodir berbagai bentuk informasi lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Yayasan Abah Lutfi Center.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan

Previous Post Next Post