Seperti halnya Haiga Shintiarani yang telah mendapat medali emas pada even tersebut, Ananda Reisya Reiyana juga berhasil membawa pulang medali perunggu lewat kategori kelas dewasa. Dengan torehan ini, Jami'ah Al-Inaaroh berhasil menambah koleksi medali yang telah didapatkan oleh santri-santrinya pada setiap event yang diikuti sejauh ini. Reisya Reiyana menyampaikan " saya sangat senang, meskipun dalam event kemarin khususnya yang kategori kelas dewasa pesertanya tidak begitu banyak, tetap saja saya merasa senang dengan hasil yang sudah kita dapat. Semoga dengan ini, paling tidak bisa menjadi pemantik semangat untuk teman-teman yang lain dalam berproses"
Dari sini, bisa kita pahami jika di Al-Inaaroh sejauh ini benar-benar serius dalam menghadirkan ruang pendidikan berbasis pesantren yang tidak hanya fokus dengan pendalaman ilmu agama saja, tetapi penggalian minat bakat santri juga difasilitasi dengan tepat.
Bapak Bayu Aryo Kokoh Selaku Waka kesiswaan MA Takhassus Al-Inaaroh memandang ini sebagai hasil dari proses panjang yang konsisten ditempuh oleh para santri. Menurutnya, santri-santri yang memiliki sifat pantang menyerah pasti mendapatkan hasil baik dari setiap proses yang telah ditempuh.
"Usaha yang sejauh ini dilakukan oleh para santri dalam menjaga konsistensi disetiap proses mereka, pasti membuahkan hasil yang baik. Para atlet pagar nusa di Jami'ah Al-Inaaroh sudah membuktikan itu. Saya sangat bersyukur karena anak-anak punya sifat pantang menyerah dan itu sangat penting untuk menjangkau perkembangan personal dari masing-masing santri disini". Ujarnya.
Kita berharap semoga Jami'ah Al-Inaaroh dapat terus memberikan pengalaman pendidikan yang berkualitas untuk para santri, dan yang terpenting adalah terus menghadirkan ruang pendidikan yang mengacu pada pencapaian akademik dan non akademik yang baik dengan tetap memprioritaskan penanaman karakter serta pengetahuan agama untuk para santri Al-Inaaroh sampai kapanpun.
