Pesantren Menjadi Jendela Integrasi Antar Generasi Mencipta Kenyamanan Ruang Hidup Masyarakat

Pesantren Menjadi Jendela Integrasi Antar Generasi Mencipta Kenyamanan Ruang Hidup Masyarakat
Transisi zaman merupakan sebuah proses yang membutuhkan adaptasi panjang dari setiap jenjang usia orang-orang yang hidup di era tersebut. Menariknya, dalam setiap periode masa, selalu terdiri dari beberapa generasi. Meskipun seluruhnya terpisah oleh dunianya masing-masing, seperti anak-anak memiliki dunia sendiri, remaja, dewasa, dan bahkan yang tua sekalipun mereka memiliki orientasi dunianya masing-masing.

Perbedaan mendasar diantara setiap generasi sebut saja terkait selera. Bisa selera musik, makanan, fashion maupun perbedaan mendasar lainnya. Pepatah mengatakan "setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya". Dari sebuah fenomena yang sangat umum terjadi pada setiap masanya, selalu memiliki keunikan masing-masing. 

Ada banyak hal yang perlu kita jadikan sebagai titik central dari sebuah fakta dibalik pembahasan yang kita coba untuk menelaahnya. Namun yang paling urgent adalah tentang bagaimana setiap generasi mampu menjamin sebuah upaya menghadirkan ruang hidup yang melebur antar generasi. Bukan tanpa alasan, mengupayakan penghadiran ruang hidup yang saling terintegrasi dengan setiap generasi pada setiap masanya menjadi penentu apakah lingkungan hidup yang kita tinggali bisa memberi rasa nyaman untuk semua generasi.

Bayangkan, apa jadinya jika sebuah era yang ternyata ditinggali oleh beberapa generasi selalu kontras mengenai cara mereka memandang dan menikmati dunia ini. Jelas yang terjadi adalah sebuah kesenjangan kompleks, dimana hubungan antar generasinya memiliki skat pembatas yang akibatnya bisa mengganggu nilai kebersamaan.

Contoh-contoh kesenjangan yang terjadi jika dari masing-masing generasi memiliki skat pembatas yang kontras terkait cara memandang,menjalani dan menikmati dunia ini seperti:

1. Memungkinkan timbulnya kerenggangan hubungan antar generasi 

2. Salah satu dari generasi yang tidak memiliki power untuk menjangkau dunia para generasi pendominasi akan terseok-seok menentukan cara mereka menjalani kehidupannya.

3. Budaya dan identitas bangsa terancam hilang karena putusnya literasi komunikasi lintas generasi.

Tiga contoh diatas hanya sebagian kecil dari kompleksnya kemungkinan yang akan terjadi jika skat pembatas antara generasi satu dengan yang lain benar-benar kontras. Lalu bagaimana upaya yang paling sederhana guna menciptakan ruang hidup yang ideal untuk benar-benar memberi kenyamanan bagi setiap generasi menjalani masa atau periode zaman yang sama?

Jawabannya adalah dengan menempatkan aspek pendidikan dan segala aktivitas belajar seseorang harus mampu menjangkau pada pemahaman yang objek pencapaiannya bisa melintas dari masing-masing dunia setiap generasinya. Pendidikan anak-anak dan remaja harus memegang konsep penjangkauan gambaran dunia orang dewasa dan orang tua seperti apa, begitu juga sebaliknya. Aktivitas dan ruang-ruang belajar atau kajian keilmuan yang diikuti orang-orang dewasa maupun orang-orang tua harus mampu menjangkau gambaran dunia anak-anak dan remaja seperti apa.

Ketika hal yang paling sederhana ini diperhatikan, maka kestabilan dan kenyamanan ruang hidup pada setiap masanya akan mudah tercipta. Lantas bagaimana kita menyikapi para generasi muda yang sejak dahulu selalu ditempatkan pada posisi dengan dominasi besar disetiap zamannya?

Tentu saja dengan melakukan penataan konsep berpikir mereka agar selalu tertarik dengan ruang pendidikan yang benar-benar memprioritaskan penanaman karakter yang acuannya adalah keseimbangan pemahaman lintas generasi. Ruang pendidikan yang selalu terpacu pada peningkatan akademik untuk menghantarkan mereka menjadi insan-insan yang mampu bersaing dengan setiap perkembangan zaman, namun tidak pernah meninggalkan sedikitpun wacana tentang literasi budaya untuk mereka nantinya mampu membaur dengan lintas generasi di masyarakat.

Lalu dimana mereka bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang semacam itu? Jawabannya ada di Pesantren. Karena pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang kuat dalam penanaman pondasi keagamaan, menjaga nilai-nilai tradisi dan budaya serta menawarkan satu keniscayaan untuk seorang santri mencapai potensi akademik yang mampu bersaing secara global.

Beranda Alinaaroh

Beranda Al-Inaaroh merupakan media yang mengakomodir berbagai bentuk informasi lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Yayasan Abah Lutfi Center.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan dan sesuai dengan topik pembahasan

Previous Post Next Post